BAB
IV
DISKRIPSI
KERJA PRAKTIK
Bab ini
membahas tentang permasalahan Memonitoring dan saran untuk solusi dari
permasalahan monitoring yang ada di PT. Feva Indonesia Surabaya. Proses setting
pada mikrotik dan proses instalasi Cisco Packet Tracer.
4.1 Monitoring Di PT.
Feva Indonesia Kantor Pusat Surabaya
Membahas
permasalahan pada bab 1 bahwa monitoring di PT. Feva Indonesia Surabaya dengan
menggunakan The Dude tersebut apabila mengalami trouble pada sebuah server mengalami gangguan pada jaringan atau
server mati / restart maka operasional akses akan terganggu dikarenakan server
mengalami trouble.
Gambar
4.1 Gambar Jaringan Topologi di PT. Feva Indonesia
4.1.1
Perbedaan The Dude Server Dengan Pengaplikasian Tool Monitoring
Dan Graphing
Pada saat ini dibahas tentang perbedaan antara software dengan
tools yang digunakan. Memiliki kelebihan dan kekurangan masing–masing pertama akan
dibahas tentang pengaplikasian tool monitoring dan graphing.
1.
Pengaplikasian tool monitoring dan graphing
Ø Kelebihan
·
Dapat
mempermudah monitoring jaringan melalui dengan website.
·
Mengetahui
tingkat performance perangkat yang semakin berkurang dengan melihat graphing yang disediakan.
·
Dapat
mengetahui CPU usage, memory usage dan disk usage bisa dimonitoring tiap 1
minggu, 1 bulan, dan tiap tahunnya.
·
Setting
sangat sederhana dan mudah dipahami.
Ø Kelemahan
·
Tampilan
GUI (Grafik Unit Interface) sederhana.
·
Monitoring
untuk dalam skala yang besar.
Selanjutnya sekarang
membahas software yang terdapat di PT. Feva Indonesia yaitu software The Dude.
2. The Dude
Ø Kelebihan
·
Menampilkan
GUI (Grafik Unit Interface) yang menarik memberikan sebuah informasi
tentang perangkat secara detail.
·
Bisa
mengetahui perangkat mana yang tidak aktif.
·
Dapat
monitoring jaringan dengan skala yang cukup besar.
·
Mudah dalam
menambahkan sebuah perangkat yang ingin dimonitoring.
Ø Kelemahan
·
Tidak dapat
diakses melalui website.
·
Tidak
mengetahui performance perangkat dengan melihat graphing.
·
Settingan
yang lumayan rumit.
·
Perangkat
yang ingin di monitoring harus menggunakan produk mikrotik agar mendapat sebuah informasi yang
detail terdiri dari mengetahui CPU usage dan disk usage.
4.2 Instalasi Dan Penggunaan Cisco Packet
Tracer 6.2
4.2.1 Prosedur Instalasi Cisco Packet Tracer 6.2
1.
Membuka Installer Cisco Packet
Tracer 6.2 kemudian muncul gambar seperti dibawah ini.
Gambar
4.2 Tampilan Cisco Packet Tracer 6.2
2.
Setelah itu
menekan tombol Next, kemudian akan muncul gambar seperti dibawah ini.
Gambar
4.3 Tampilan License Agreement
3.
Untuk proses selanjutnya memilih
“I accept the agreement” setelah itu memilih tombol Next, kemudian akan muncul
gambar seperti dibawah ini.
Gambar 4.4 Tampilan
Pemilihan Lokasi Program
4.
Setelah memilih lokasi program memilih tombol Next,
dan sampai muncul gambar seperti dibawah ini.
Gambar 4.5 Tampilan Pemilihan Nama
Folder
5.
Gambar 4.6 Tampilan
Desktop
6.
Tampilan untuk desktop
icon setelah itu memilih tombol Next, sampai muncul gambar dibawah ini.
7.
Setelah itu memilih
tombol Install setelah itu proses instalasi program akan berjalan pada gambar
dibawah ini.
Gambar
4.8 Tampilan Proses Instalasi Program
8.
Setelah itu proses instalasi selesai.
Gambar 4.9 Tampilan Proses Instalasi
Selesai
4.3 Setting Mikrotik Routerboard Dan
Pembagian IP Address
Pada
gambar dibawah ini adalah sebuah rancangan topologi yang dibangun untuk
memonitoring melalui website dengan IP Address. IP Address yang sudah tertera
pada gambar sudah mencakup keseluruhan jaringan yang ada tinggal membagi-membagi
tiap-tiap host yang ada, menggunakan metode perhitungan VLSM yang sudah
dapatkan di bangku perkuliahan.
Gambar
4.10 Tampilan Topologi
4.3.1 Pembagian IP Address
Tabel 4.1 Pembagian IP
Address
|
Host
|
Prefix
|
Network
ID
|
IP
Valid
|
|
60
|
/26
|
192.168.100.0
|
192.168.100.1
– 192.168.100.62
|
|
30
|
/27
|
192.168.100.64
|
192.168.100.65
– 192.168.100.94
|
|
10
|
/28
|
192.168.100.96
|
192.168.100.97
– 192.168.100.110
|
|
2
|
/30
|
192.168.100.112
|
192.168.100.113
– 192.168.100.114
|
|
2
|
/30
|
192.168.100.116
|
192.168.100.117
– 192.168.100.118
|
|
2
|
/30
|
192.168.100.120
|
192.168.100.121
– 192.168.100.122
|
|
2
|
/30
|
192.168.100.124
|
192.168.100.125
– 192.168.100.126
|
4.3.2 Setting Mikrotik Routerboard
1.
Mempersiapkan
bahan-bahan yang harus disediakan terlebih dahulu yaitu:
Gambar 4.11 Mikrotik
RouterBoard dan Kabel UTP
2.
Software untuk
mengakses ke mikrotik dengan menggunakan Winbox.
3.
Ujung kabel UTP ditancapkan
ke mikrotik dan ujung yang satunya ditancapkan ke komputer. Membuka software Winbox.
Gambar
4.12 Tampilan Awal Winbox
4.
Setelah itu menekan
tombol Connect, sampai muncul gambar dibawah ini:
Gambar 4.13 Tampilan
Dalam Winbox
5.
Menyeting IP Address
pada Router Keempat, muncul gambar seperti dibawah ini.
Gambar
4.14 Tampilan TAB Setting IP Address
6.
Setelah disajikan pada gambar
4.15, mengeklik tombol “+” lalu mengisikan IP address 192.168.100.1/26 lalu memilih
interface yang ditentukan. Jika sudah menekan tombol apply lalu menekan tombol
“OK”. .
Gambar
4.15 Tampilan Setting IP Address
7.
Mengeklik tombol “+”
untuk menyeting IP Address pada interface “Ether 2” dengan IP address
192.168.100.121/30.
Gambar
4.16 Tampilan Setting IP Address
8.
Menyeting DHCP Server
pada Router Keempat, muncul gambar seperti dibawah ini.
Gambar
4.17 Tampilan Awal Setting DHCP Server
9.
Setelah muncul gambar dibawah ini, mengeklik “DHCP
Setup”
Gambar
4.18 Tampilan Setting DHCP
10.
Setelah itu, memilih interface mana yang mau di DHCP
kalau sudah mengelik tombol Next.
Gambar
4.19 Tampilan Setting DHCP Server Interface
11.
Setelah memilih sebuah interface sekarang menyeting
DHCP Address Space. Jika sudah mengeklik tombol Next.
Gambar
4.20 Tampilan Setting DHCP Address Space
12.
Menyeting Gateway DHCP network. Jika sudah benar
mengeklik tombol Next.
Gambar
4.21 Tampilan Setting Gateway DHCP Network
13. Setelah
disajikan pada gambar 4.22, itu adalah IP address yang valid digunakan untuk
setiap komputer yang ada. Jika sudah benar Mengeklik tombol Next.
Gambar
4.22 Tampilan IP Address to Give Out
14. Menyeting
DNS server, jika sudah mengeklik tombol Next.
Gambar
4.23 Tampilan Setting DNS Server
15. Setelah
Menyeting DNS server sudah, lalu Menyeting waktu yang digunakan dalam IP address
yang digunakan. Jika sudah Mengeklik Next.
Gambar
4.24 Tampilan Setting Lease Time
16.
Setelah itu
men-setup DHCP Server sudah selesai.
Gambar
4.25 Tampilan Setup DHCP Selesai
17. Pada
awal mula menekan tombol “+” menyeting IP address pada Router Ketiga pada
interface “Ether 3” pada bagian Address mengisikan dengan IP address 192.168.100.65/27
lalu jika sudah mengeklik Apply terus klik tombol OK.
Gambar
4.26 Tampilan Setting IP Address
18. Menyeting
DHCP Server pada Router Ketiga, muncul gambar seperti dibawah ini.
Gambar
4.27 Tampilan Awal Setting DHCP Server
19.
Setelah itu, memilih interface mana yang mau di DHCP
kalau sudah mengeklik tombol Next.
Gambar
4.28 Tampilan Setting DHCP Server Interface
20. Setelah
memilih sebuah interface sekarang menyeting DHCP Address Space. Jika sudah
mengeklik tombol Next.
Gambar
4.29 Tampilan Setting DHCP Address Space.
21. Setelah
disajikan pada gambar 4.30, itu adalah IP Address yang valid digunakan untuk
setiap komputer yang ada. Jika sudah benar mengeklik tombol Next terus sampai
muncul setup has completed.
Gambar
4.30 Tampilan IP Address to Give Out
22.
Setelah itu Setup DHCP Server sudah selesai.
Gambar
4.31 Tampilan Setup DHCP Selesai
23. Pada
awal mula menekan tombol “+” setting IP address pada Router Kedua pada
interface “Ether 3” pada bagian Address mengisikan dengan IP address 192.168.100.97/28
lalu jika sudah mengeklik Apply terus mengeklik tombol OK.
Gambar 4.32 Tampilan Setting IP Address
24. Setting
DHCP Server pada Router Ketiga, muncul gambar seperti dibawah ini.
Gambar
4.33 Tampilan Awal Setting DHCP Server
25. Setelah
itu, memilih interface mana yang mau di DHCP kalau sudah mengeklik tombol Next.
Gambar 4.34 Tampilan Setting DHCP Server Interface
26.
Setelah memilih sebuah interface sekarang setting DHCP Address Space. Jika sudah mengeklik tombol Next.
Setelah memilih sebuah interface sekarang setting DHCP Address Space. Jika sudah mengeklik tombol Next.
Gambar
4.35 Tampilan Setting DHCP Address Space
27. Setting
Gateway DHCP network. Jika sudah benar mengeklik tombol Next.
Gambar
4.36 Tampilan Setting Gateway DHCP Network
28. Setelah
disajikan pada gambar 4.37, itu adalah ip address yang valid digunakan untuk
setiap komputer yang ada. Jika sudah benar mengeklik tombol Next terus sampai
muncul setup has completed.
Gambar
4.37 Tampilan IP Address to Give Out
29.
Setelah itu Setup DHCP Server sudah selesai.
Gambar
4.38 Tampilan Setup DHCP Selesai
30. Pada
awal mula menekan tombol “+” setting IP address pada router pertama pada
interface “Ether 2” pada bagian Address diisikan dengan IP address
192.168.100.114/30 lalu jika sudah mengeklik Apply terus mengeklik tombol OK.
Gambar 4.39 Tampilan Setting IP Address
31. Setelah
itu menambahkan lagi IP address pada router pertama pada interface “Ether 3”
pada bagian Address isikan dengan IP address 192.168.100.118/30 lalu jika sudah
mengeklik Apply terus mengeklik tombol OK.
Gambar 4.40 Tampilan Setting IP Address
32. Setelah
itu tambahkan lagi IP address pada router pertama pada interface “Ether 4” pada
bagian Address diisikan dengan IP address 192.168.100.122/30 lalu jika sudah mengeklik
Apply terus mengeklik tombol OK.
Gambar 4.41 Tampilan Setting IP Address
33. Setelah
itu ditambahkan lagi IP address pada router pertama pada interface “Ether 1”
pada bagian Address diisikan dengan IP address 192.168.100.114/30 lalu jika
sudah mengeklik Apply terus mengeklik tombol OK
Gambar 4.42 Tampilan Setting IP Address
34. Setelah
disajikan pada gambar 4.48, klik tombol “+”
Gambar 4.43 Tampilan dalam Setting IP Route
35. Tambah
IP Route lagi menekan tombol “+” diisikan Dst.Address 192.168.100.64/27 terus
gateway diisikan 192.168.100.117.
Gambar 4.44 Setting IP Route Kedua
36.
Diisikan sekali lagi IP
Route tekan tombol “+” diisikan Dst.Adress 192.168.100.0/26 terus diisikan
dibagian gateway 192.168.100.121.
Gambar
4.45 Setting IP Route Ketiga
37. Setting
Monitoring pada website dengan menekan tombol Tool lalu memilih bagian tab
Graphing seperti gambar dibawah ini.
Gambar 4.46 Tampilan Setting Awal Monitoring
38. Tambahkan
sekali lagi mengeklik tombol “+” lalu memilih interface “Ether 3” yang mau di
monitoring lalu mengeklik OK.
Gambar
4.47 Tampilan Setting Monitoring pada Interface Ether 3
39. Tambahkan
lagi mengeklik tombol “+” lalu memilih interface “Ether 4” yang ingin di
monitoring lalu mengeklik OK.
Gambar
4.48 Tampilan Setting Monitoring pada Interface Ether 4
40. Ganti
Tab Resource Rules tekan tombol “+” ini untuk memonitoring CPU, Memory dan Disk
yang terpakai jika sudah lalu mengeklik OK.
Gambar 4.49 Tampilan Setting Resource Graphing
41. Buka
browser lalu mengetikan IP Address 192.168.100.114/graphs menekan tombol Enter.
Gambar
4.50 Tampilan Monitoring pada Interface
42.
Setelah disajikan pada gambar 4.51, Setting
monitoring selesai.
Gambar
4.51 Monitoring pada Interface Ether 2
Setelah di uji
coba selama selang waktu kurang lebih 2 jam, telah didapatkan hasil monitoring
dengan grafik yang menunjukkan bahwa hijau berjalan dengan lancar.
Ini menjelaskan tentang penggunaan pada interface ether 2 pengiriman atau
penerimaan sebuah paket dalam satuan bit per second di tampilkan dalam bentuk
graphing itu di rekam setiap 5 menit sekali. Contoh bisa dilihat pada Gambar 4.52
dibawah ini.
Gambar
4.52 Uji Graphing
Setelah di uji
coba selama selang waktu kurang lebih 2 jam, telah didapatkan hasil monitoring
dengan grafik yang menunjukkan bahwa hijau berjalan dengan lancar.
Ini menjelaskan tentang penggunaan pada interface ether 2 pengiriman atau
penerimaan sebuah paket dalam satuan bit per second di tampilkan dalam bentuk
graphing itu di rekam setiap 30 menit sekali. Gambar bisa dilihat pada Gambar
4.53 dibawah ini.
Gambar
4.53 Uji Graphing 2















Tidak ada komentar:
Posting Komentar