Total Tayangan Halaman

Jumat, 29 Juni 2018

Pengaplikasian tool Monitoring and Graping Menggunakan Microtik (Pembahasan)


BAB IV
DISKRIPSI KERJA PRAKTIK

Bab ini membahas tentang permasalahan Memonitoring dan saran untuk solusi dari permasalahan monitoring yang ada di PT. Feva Indonesia Surabaya. Proses setting pada mikrotik dan proses instalasi Cisco Packet Tracer.

4.1     Monitoring Di PT. Feva Indonesia Kantor Pusat Surabaya
Membahas permasalahan pada bab 1 bahwa monitoring di PT. Feva Indonesia Surabaya dengan menggunakan The Dude tersebut apabila mengalami trouble pada sebuah server mengalami gangguan pada jaringan atau server mati / restart maka operasional akses akan terganggu dikarenakan server mengalami trouble.
  Berikut adalah Topologi jaringan di PT. Feva disajikan pada gambar 4.1.

Gambar 4.1 Gambar Jaringan Topologi di PT. Feva Indonesia
4.1.1        Perbedaan The Dude Server Dengan Pengaplikasian Tool Monitoring Dan Graphing

Pada saat ini dibahas tentang perbedaan antara software dengan tools yang digunakan. Memiliki kelebihan dan kekurangan masing–masing pertama akan dibahas tentang pengaplikasian tool monitoring dan graphing.
1.        Pengaplikasian tool monitoring dan graphing
Ø Kelebihan
·           Dapat mempermudah monitoring jaringan melalui dengan website.
·           Mengetahui tingkat performance perangkat yang semakin berkurang  dengan melihat graphing yang disediakan.
·           Dapat mengetahui CPU usage, memory usage dan disk usage bisa dimonitoring tiap 1 minggu, 1 bulan, dan tiap tahunnya.
·           Setting sangat sederhana dan mudah dipahami.
Ø Kelemahan
·           Tampilan GUI (Grafik Unit Interface) sederhana.
·           Monitoring untuk dalam skala yang besar.
Selanjutnya sekarang membahas software yang terdapat di PT. Feva Indonesia yaitu software The Dude.
2. The Dude
Ø Kelebihan
·           Menampilkan GUI (Grafik Unit Interface)  yang menarik memberikan sebuah informasi tentang perangkat secara detail.
·           Bisa mengetahui perangkat mana yang tidak aktif.
·           Dapat monitoring jaringan dengan skala yang cukup besar.
·      Mudah dalam menambahkan sebuah perangkat yang ingin dimonitoring.
Ø Kelemahan
·      Tidak dapat diakses melalui website.
·      Tidak mengetahui performance perangkat dengan melihat graphing.
·      Settingan yang lumayan rumit.
·      Perangkat yang ingin di monitoring harus menggunakan produk    mikrotik agar mendapat sebuah informasi yang detail terdiri dari mengetahui CPU usage dan disk usage.

4.2       Instalasi Dan Penggunaan Cisco Packet Tracer 6.2
4.2.1    Prosedur Instalasi Cisco Packet Tracer 6.2
1.        Membuka Installer Cisco Packet Tracer 6.2 kemudian muncul gambar seperti dibawah ini.

Gambar 4.2 Tampilan Cisco Packet Tracer 6.2
2.        Setelah itu menekan tombol Next, kemudian akan muncul gambar seperti dibawah ini.

Gambar 4.3 Tampilan License Agreement

3.        Untuk proses selanjutnya memilih “I accept the agreement” setelah itu memilih tombol Next, kemudian akan muncul gambar seperti dibawah ini.


Gambar 4.4 Tampilan Pemilihan Lokasi Program
4.        Setelah memilih lokasi program memilih tombol Next, dan sampai muncul gambar seperti dibawah ini.

Gambar 4.5 Tampilan Pemilihan Nama Folder 
5.       

Tampilan mengisi nama folder setelah itu memilih tombol Next, sampai muncul gambar dibawah ini.


Gambar 4.6 Tampilan Desktop
6.        Tampilan untuk desktop icon setelah itu memilih tombol Next, sampai muncul gambar dibawah ini. 

Gambar 4.7 Tampilan Persiapan Instalasi Program

7.        Setelah itu memilih tombol Install setelah itu proses instalasi program akan berjalan pada gambar dibawah ini.

Gambar 4.8 Tampilan Proses Instalasi Program
8.        Setelah itu proses instalasi selesai.

Gambar 4.9 Tampilan Proses Instalasi Selesai

4.3       Setting Mikrotik Routerboard Dan Pembagian IP Address
Pada gambar dibawah ini adalah sebuah rancangan topologi yang dibangun untuk memonitoring melalui website dengan IP Address. IP Address yang sudah tertera pada gambar sudah mencakup keseluruhan jaringan yang ada tinggal membagi-membagi tiap-tiap host yang ada, menggunakan metode perhitungan VLSM yang sudah dapatkan di bangku perkuliahan.

Gambar 4.10 Tampilan Topologi

4.3.1    Pembagian IP Address
Tabel 4.1 Pembagian IP Address
Host
Prefix
Network ID
IP Valid
60
/26
192.168.100.0
192.168.100.1 – 192.168.100.62
30
/27
192.168.100.64
192.168.100.65 – 192.168.100.94
10
/28
192.168.100.96
192.168.100.97 – 192.168.100.110
2
/30
192.168.100.112
192.168.100.113 – 192.168.100.114
2
/30
192.168.100.116
192.168.100.117 – 192.168.100.118
2
/30
192.168.100.120
192.168.100.121 – 192.168.100.122
2
/30
192.168.100.124
192.168.100.125 – 192.168.100.126

4.3.2    Setting Mikrotik Routerboard
1.        Mempersiapkan bahan-bahan yang harus disediakan terlebih dahulu yaitu:







Gambar 4.11 Mikrotik RouterBoard dan Kabel UTP

2.        Software untuk mengakses ke mikrotik dengan menggunakan Winbox.
3.        Ujung kabel UTP ditancapkan ke mikrotik dan ujung yang satunya ditancapkan ke komputer. Membuka software Winbox.


Gambar 4.12 Tampilan Awal Winbox

4.        Setelah itu menekan tombol Connect, sampai muncul gambar dibawah ini:

Gambar 4.13 Tampilan Dalam Winbox
5.        Menyeting IP Address pada Router Keempat, muncul gambar seperti dibawah ini.

Gambar 4.14 Tampilan TAB Setting IP Address

6.        Setelah disajikan pada gambar 4.15, mengeklik tombol “+” lalu mengisikan IP address 192.168.100.1/26 lalu memilih interface yang ditentukan. Jika sudah menekan tombol apply lalu menekan tombol “OK”.                       .

Gambar 4.15 Tampilan Setting IP Address

7.        Mengeklik tombol “+” untuk menyeting IP Address pada interface “Ether 2” dengan IP address 192.168.100.121/30.


Gambar 4.16 Tampilan Setting IP Address

8.        Menyeting DHCP Server pada Router Keempat, muncul gambar seperti dibawah ini.

Gambar 4.17 Tampilan Awal Setting DHCP Server

9.        Setelah muncul gambar dibawah ini, mengeklik “DHCP Setup”
Gambar 4.18 Tampilan Setting DHCP
10.    Setelah itu, memilih interface mana yang mau di DHCP kalau sudah mengelik tombol Next.





Gambar 4.19 Tampilan Setting DHCP Server Interface

11.    Setelah memilih sebuah interface sekarang menyeting DHCP Address Space. Jika sudah mengeklik tombol Next.





Gambar 4.20 Tampilan Setting DHCP Address Space

12.    Menyeting Gateway DHCP network. Jika sudah benar mengeklik tombol Next.




Gambar 4.21 Tampilan Setting Gateway DHCP Network
13.    Setelah disajikan pada gambar 4.22, itu adalah IP address yang valid digunakan untuk setiap komputer yang ada. Jika sudah benar Mengeklik tombol Next.
Gambar 4.22 Tampilan IP Address to Give Out

14.    Menyeting DNS server, jika sudah mengeklik tombol Next.
Gambar 4.23 Tampilan Setting DNS Server

15.    Setelah Menyeting DNS server sudah, lalu Menyeting waktu yang digunakan dalam IP address yang digunakan. Jika sudah Mengeklik Next.
Gambar 4.24 Tampilan Setting Lease Time

16.     Setelah itu men-setup DHCP Server sudah selesai.




Gambar 4.25 Tampilan Setup DHCP Selesai

17.    Pada awal mula menekan tombol “+” menyeting IP address pada Router Ketiga pada interface “Ether 3” pada bagian Address mengisikan dengan IP address 192.168.100.65/27 lalu jika sudah mengeklik Apply terus klik tombol OK.





Gambar 4.26 Tampilan Setting IP Address





18.    Menyeting DHCP Server pada Router Ketiga, muncul gambar seperti dibawah ini.
Gambar 4.27 Tampilan Awal Setting DHCP Server

19.    Setelah itu, memilih interface mana yang mau di DHCP kalau sudah mengeklik tombol Next.





Gambar 4.28 Tampilan Setting DHCP Server Interface

20.    Setelah memilih sebuah interface sekarang menyeting DHCP Address Space. Jika sudah mengeklik tombol Next.
Gambar 4.29 Tampilan Setting DHCP Address Space.

21.    Setelah disajikan pada gambar 4.30, itu adalah IP Address yang valid digunakan untuk setiap komputer yang ada. Jika sudah benar mengeklik tombol Next terus sampai muncul setup has completed.

Gambar 4.30 Tampilan IP Address to Give Out

22.    Setelah itu Setup DHCP Server sudah selesai.




Gambar 4.31 Tampilan Setup DHCP Selesai







23.    Pada awal mula menekan tombol “+” setting IP address pada Router Kedua pada interface “Ether 3” pada bagian Address mengisikan dengan IP address 192.168.100.97/28 lalu jika sudah mengeklik Apply terus mengeklik tombol OK.

Gambar 4.32 Tampilan Setting IP Address

24.    Setting DHCP Server pada Router Ketiga, muncul gambar seperti dibawah ini.
Gambar 4.33 Tampilan Awal Setting DHCP Server



25.    Setelah itu, memilih interface mana yang mau di DHCP kalau sudah mengeklik tombol Next.

Gambar 4.34 Tampilan Setting DHCP Server Interface

26.   
Setelah memilih sebuah interface sekarang setting DHCP Address Space. Jika sudah mengeklik tombol Next.
Gambar 4.35 Tampilan Setting DHCP Address Space

27.    Setting Gateway DHCP network. Jika sudah benar mengeklik tombol Next.
Gambar 4.36 Tampilan Setting Gateway DHCP Network
28.    Setelah disajikan pada gambar 4.37, itu adalah ip address yang valid digunakan untuk setiap komputer yang ada. Jika sudah benar mengeklik tombol Next terus sampai muncul setup has completed.
Gambar 4.37 Tampilan IP Address to Give Out

29.    Setelah itu Setup DHCP Server sudah selesai.





Gambar 4.38 Tampilan Setup DHCP Selesai









30.    Pada awal mula menekan tombol “+” setting IP address pada router pertama pada interface “Ether 2” pada bagian Address diisikan dengan IP address 192.168.100.114/30 lalu jika sudah mengeklik Apply terus mengeklik tombol OK.

Gambar 4.39 Tampilan Setting IP Address

31.    Setelah itu menambahkan lagi IP address pada router pertama pada interface “Ether 3” pada bagian Address isikan dengan IP address 192.168.100.118/30 lalu jika sudah mengeklik Apply terus mengeklik tombol OK.

Gambar 4.40 Tampilan Setting IP Address


32.    Setelah itu tambahkan lagi IP address pada router pertama pada interface “Ether 4” pada bagian Address diisikan dengan IP address 192.168.100.122/30 lalu jika sudah mengeklik Apply terus mengeklik tombol OK.

Gambar 4.41 Tampilan Setting IP Address

33.    Setelah itu ditambahkan lagi IP address pada router pertama pada interface “Ether 1” pada bagian Address diisikan dengan IP address 192.168.100.114/30 lalu jika sudah mengeklik Apply terus mengeklik tombol OK

Gambar 4.42 Tampilan Setting IP Address





34.    Setelah disajikan pada gambar 4.48, klik tombol “+”

Gambar 4.43 Tampilan dalam Setting IP Route

35.    Tambah IP Route lagi menekan tombol “+” diisikan Dst.Address 192.168.100.64/27 terus gateway diisikan 192.168.100.117.
Gambar 4.44 Setting IP Route Kedua

36.    Diisikan sekali lagi IP Route tekan tombol “+” diisikan Dst.Adress 192.168.100.0/26 terus diisikan dibagian gateway 192.168.100.121.
Gambar 4.45 Setting IP Route Ketiga

37.    Setting Monitoring pada website dengan menekan tombol Tool lalu memilih bagian tab Graphing seperti gambar dibawah ini.

Gambar 4.46 Tampilan Setting Awal Monitoring



38.    Tambahkan sekali lagi mengeklik tombol “+” lalu memilih interface “Ether 3” yang mau di monitoring lalu mengeklik OK.
Gambar 4.47 Tampilan Setting Monitoring pada Interface Ether 3

39.    Tambahkan lagi mengeklik tombol “+” lalu memilih interface “Ether 4” yang ingin di monitoring lalu mengeklik OK.
Gambar 4.48 Tampilan Setting Monitoring pada Interface Ether 4

40.    Ganti Tab Resource Rules tekan tombol “+” ini untuk memonitoring CPU, Memory dan Disk yang terpakai jika sudah lalu mengeklik OK.

Gambar 4.49 Tampilan Setting Resource Graphing

41.    Buka browser lalu mengetikan IP Address 192.168.100.114/graphs menekan tombol Enter.              Gambar 4.50 Tampilan Monitoring pada Interface

42.    Setelah disajikan pada gambar 4.51, Setting monitoring selesai.
Gambar 4.51 Monitoring pada Interface Ether 2

Setelah di uji coba selama selang waktu kurang lebih 2 jam, telah didapatkan hasil monitoring dengan grafik yang menunjukkan bahwa hijau berjalan dengan lancar. Ini menjelaskan tentang penggunaan pada interface ether 2 pengiriman atau penerimaan sebuah paket dalam satuan bit per second di tampilkan dalam bentuk graphing itu di rekam setiap 5 menit sekali. Contoh bisa dilihat pada Gambar 4.52 dibawah ini.
Gambar 4.52 Uji Graphing

Setelah di uji coba selama selang waktu kurang lebih 2 jam, telah didapatkan hasil monitoring dengan grafik yang menunjukkan bahwa hijau berjalan dengan lancar. Ini menjelaskan tentang penggunaan pada interface ether 2 pengiriman atau penerimaan sebuah paket dalam satuan bit per second di tampilkan dalam bentuk graphing itu di rekam setiap 30 menit sekali. Gambar bisa dilihat pada Gambar 4.53 dibawah ini.

Gambar 4.53 Uji Graphing 2

 Untuk Versi lengkapnya tinggal komen aja ya guys nanti gue kirim lewat email ... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar