BAB
III
LANDASAN
TEORI
Landasan Teori merupakan hal yang
penting dalam penyusunan buku laporan Kerja Praktik karena merupakan kerangka
dasar teori yang menunjang pengerjaan laporan. Dalam bab ini berisi dasar-dasar
dan konsep materi dalam dunia teknologi informatika.
3.1 Winbox
Menurut (Towidjojo, 2012) mempunyai kelebihan
dapat digunakan melakukan konfigurasi sekalipunanda tidak mengkonfigurasi IP
address secara benar pada PC maupun pada Mikrotik itu sendiri. Winbox adalah
Sebuah aplikasi yang digunakan untuk konektivitas dan konfigurasi Mikrotik menggunakan
MAC address atau protokol IP. Dengan Winbox kita dapat melakukan konfigurasi
Mikrotik RouterOS menggunakan modus GUI (Graphical
User Interface) dengan cepat dan sederhana. Winbox dibuat menggunakan win32
binary tapi dapat dijalankan pada linux, MAC OSX dengan menggunakan wine. Semua
fungsi Winbox didesain dan dibuat semirip dan sedekat mungkin dengan fungsi console. Hal ini karena menggunakan
Winbox dirasa lebih mudah dan simple dibanding melalui browser, dan hasilnya
pun juga lebih cepat.
Cara
menggunakan Winbox:
1.
Memastikan komputer windows yang digunakan
terhubung langsung ke mikrotik menggunakan kabel Ethernet atau komputer dan
router terhubung pada hub/switch yang sama.
2.
Menjalankan Winbox, kemudian mengeklik
Neighbors, Winbox akan menemukan MAC address serta IP address dari semua
Mikrotik yang terhubung ke jaringan secara broadcast.
3.
Untuk terhubung ke salah satu
Mikrotik, cukup memilih salah satu dari list yang ada, kemudian mengeklik
connect. Pengguna diharuskan user login serta password untuk mengakses router
tersebut jika diperlukan.
4.
Winbox akan mendownload plugin dari
mikrotik. Jika baru pertama kali terhubung ke router, Maka dibutuhkan sedikit
waktu untuk mendownload seluruh plugin.
5.
Setelah Winbox berhasil mendownload
plugin dari router, jendela utama Winbox akan ditampilkan.
3.2 Hardware
Jaringan Komputer
3.2.1 Mikrotik Routerboard
Menurut (Rachman, 2012) Router merupakan sebuah device atau
alat yang dapat menghubungkan dua atau lebih jaringan komputer yang berbeda. Routerboard seperti sebuah PC mini yang
terintegrasi dalam satu board tertanam yaitu : processor, RAM, ROM, dan memori
flash. Mikrotik pada standar perangkat keras berbasiskan Personal Computer (PC) dikenal dengan kestabilan, kualitas kontrol dan fleksibilitas
untuk berbagai jenis paket data dan penanganan proses rute atau lebih dikenal
dengan istilah routing.
Mikrotik yang dibuat sebagai router berbasiskan PC banyak bermanfaat untuk
sebuah ISP yang ingin menjalankan beberapa aplikasi mulai dari hal yang paling
ringan hingga tingkat lanjut. Mikrotik didesain untuk mudah digunakan dengan adanya tampilan GUI dan
sangat baik digunakan untuk keperluan administrasi jaringan komputer seperti
merancang dan membangun sebuah sistem jaringan komputer.
Ø
Fungsi
Mikrotik
1.
Pengaturan koneksi internet dapat
dilakukan secara terpusat dan memudahkan untuk pengelolaannya.
2.
Konfigurasi LAN dapat dilakukakn
dengan hanya mengandalkan PC Mikrotik
dengan hardware requirements yang sangat rendah.
3.
Blocking situs-situs terlarang
dengan menggunakan proxy di mikrotik.
4.
Pembuatan PPPoE server.
5.
Biling Hotspot.
6.
Memisahkan bandwith jaringan
internet.
Ø
Kelebihan
Mikrotik Routerboard
Mikrotik ini
sangat mudah dalam pengoperasian. Disebut mudah dibandingkan dengan Router yang
lain yaitu cisco. Mikrotik di desain user friendly untuk penggunanya tidak
heran lagi bila system mudah digunakan
dan tampilan GUI yang sederhana mudah dipahami oleh banyak orang, dengan
begitu disediakan aplikasi yaitu Winbox agar memudahkan admin untuk melakukan
setting jaringan dimanapun ia berada selagi mikrotik dibuka akses universalnya.
Kelebihan yang lain yaitu mempunya banyak fitur-fitur yang mendukung networking
yaitu:
1. Routing – Static Routing
2. Hotspot
3. Simple Tunnels
4. Web proxy
5. DHCP
6. SNMP
7. Firewall dan NAT
8. Point-to-Point Tunneling Protocols
9. Monitoring / Accounting
10. Limited Bandwidth
Ø
Kekurangan
Mikrotik Routerboard
Mikrotik
mengeluarkan sertifikasi, namun sertifikasi tersebut kurang terpopuler
dibanding dengan vendor lain seperti cisco yang sudah diakui internasional
mungkin dalam segi dukungan hardwarenya dan dalam menangani jaringan skala yang
besar.
3.2.2 Server
Server adalah sebuah perangkat keras
komputer merupakan perangkat yang terpenting dalam jaringan komputer. Server
sebuah perangkat yang sangat penting, karena server merupakan pusat dari
jaringan komputer. Semua data penting yang nantinya disebarkan melalui jaringan
internet itu disimpan di komputer server. Komputer server nantinya akan saling
terhubung dengan komputer-komputer client, yang dapat mengakses data dari
komputer server tersebut. Fungsi utama dari server adalah sebagai database
informasi yang nantinya akan dikirim ke komputer client dan juga disebarkan
oleh jaringan. Semua data tersebut akan di transmisikan melalui sistem jaringan
agar nantinya dapat sampai ke komputer client. Kecanggihan pada
komputer server ini sangat penting dalam menunjang keandalan jaringan agar
tidak terjadi komputer
sering hang. Berikut contoh bentuk dari server seperti gambar dibawah:
Komputer server harus mempunyai
spesifikasi yang high baik itu dari
RAM (Read Only Memory), harddisk,
processor karena server bekerja dalam waktu 24 jam dan tidak boleh mati harus
optimal pekerjaan sebuah server, harus berada dalam ruangan yang dingin dan
server dilengkapi dengan sistem operasi jaringan atau network operating system. Seperti Microsoft LAN Manager, Microsoft Windows NT Serve, Windows 98, Windows
2000 Profesional, GNU/LINUX dan UNIX.
Berdasarkan fungsinya komputer server dikategorikan mejadi
beberapa jenis sebagai berikut:
1.
Web
Server
2.
Virtual
Server
3.
Aplikasi
Server
4.
Database
Server
5.
FTP
(File Tranfer Protocol) Server
6.
File
Server
7.
Game
Server
8.
Jaringan
Server
9.
Server
Mail
10.
Server
Chat Server
11.
Proxy
Server
Beberapa jenis komputer server sesuai dengan kebutuhan
masing-masing dalam dunia jaringan. Fungsi server sangat banyak, misalnya untuk
situs internet, ilmu pengetahuan atau sekedar penyimpanan data. Namun yang
paling umum adalah mengkoneksikan komputer client ke internet.
3.2.3 Hub
Hub adalah untuk membagi jaringan
dari satu server menuju ke client komputer dalam satu jaringan, terutama jaringan
LAN alias lokal. Secara teoritis, hub sendiri adalah sebuah hardware atau
perangkat keras yang merupaan suatu central connection point pada suatu
jaringan, yang berfungsi untuk menerima sinyal dari server atau host dan
kemudian mentransmisikannya ke client yang akan membentuk suatu jaringan. Dengan
adanya central connection point ini, maka hub dapat mentransmisikan data dari
server menuju lebih dari satu client yang terhubung dalam satu jaringan LAN.
Apabila anda hanya ingin sekedar membagi satu jaringan lokal ke dalam beberapa
komputer saja, maka hub merupakan salah satu perangkat keras yang tepat.
Berikut contoh bentuk dari hub seperti gambar dibawah :
Ø
Fungsi
Hub:
1.
Membuat jaringan lokal dari beberapa
komputer.
2.
Mentransmisikan jaringan, terutama
LAN.
3.
Penguat sinyal dari suatu jaringan.
4.
Mempengaruhi proses konektivitas
antar jaringan.
Ø
Kelemahan
Hub:
1.
Apabila hub mengalami kerusakan,
maka keseluruhan jaringan komputer akan mengalami kegagalan.
2.
Tidak bisa mengatur kecepatan
ataupun jumlah paket data yang ditransmisikan ke komputer client.
3.2.4 Switch
Switch adalah sebuah perangkat yang
hamper sama dengan hub yaitu dapat membantu memecah–mecah jaringan lokal. Dari
satu komputer server atau host, anda dapat menggunakan switch untuk mengkoneksikan
lebih dari satu komputer client ke dalam satu jaringan LAN atau local.
Perbedaan
Hub Dengan Switch
Yang membedakan fungsi hub dengan switch adalah kemampuannya.
Switch memiliki kemampuan yang lebih pintar daripada hub, karena switch mampu
pengaturan data antar client bisa dibedakan. Berikut bentuk switch seperti gambar dihalaman berikutnya.
Gambar 3.6 Switch
Ø
Fungsi
Utama Switch:
1.
Untuk menerima sinyal dan juga data dari
komputer atau server.
2.
Mentransmisikan data dari server atau host ke
dalam jaringan dan kepada client.
3.
Memperkuat sinyal yang ditransmisikan dari
server atau host menuju client.
4.
Dapat mengatur dan juga membatasi jumlah paket
data yang ditransmisikan kepada client.
5.
Sebagai central connection point.
6.
Dapat berfungsi sebagai repeater.
7.
Sebagai splitter atau pemisah antar komputer di
dalam suatu jaringan.
3.3 Media Transmisi
Media Transmisi adalah sebuah media
yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu
diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan
berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data. Media transmisi
digunakan pada beberapa peralatan elektronika untuk menghubungkan antara
pengirim dan penerima supaya dapat melakukan pertukaran data. Dalam media
tranmisi jaringan pengiriman data bisa menggunakan sistem kabel dan menggunakan
sistem gelombang atau wireless (tanpa menggunakan kabel).
3.3.1 Twisted
Pair
Kabel twisted-pair terdiri atas dua jenis yaitu
shielded twisted pair biasa disebut STP dan unshielded twisted pair (tidak
memiliki selimut) biasa disebut UTP. Kabel twisted-pair terdiri atas dua pasang
kawat yang terpilin. Twisted-pair lebih tipis, lebih mudah putus, dan mengalami
gangguan lain sewaktu kabel terpuntir atau kusut. Keunggulan dari kabel twisted-pair adalah dampaknya terhadap
jaringan secara keseluruhan: apabila sebagian kabel twisted-pair rusak, tidak seluruh jaringan terhenti, sebagaimana
yang mungkin terjadi pada coaxial. Kabel twisted-pair
terbagi atas dua yaituakan ditemui pada halaman berikutnya.
1.
STP ( Shielded
Twisted-Pair )
Kabel
STP mengkombinasikan teknik-teknik perlindungan dan antisipasi tekukan kabel.
STP yang peruntukan bagi instalasi jaringan ethernet, memiliki resistansi atas
interferensi elektromagnetik dan frekuensi radio tanpa perlu meningkatkan
ukuran fisik kabel. Kabel Shielded Twister-Pair nyaris memiliki kelebihan dan
kekurangan yang sama dengan kabel UTP. Satu hal keunggulan STP adalah jaminan
proteksi jaringan dari interferensi-interferensi eksternal,tapi STP sedikit
lebih mahal dibandingkan UTP.
2.
UTP ( Unshielded
Twisted-Pair )
Kabel UTP
memiliki banyak keunggulan. Selain mudah dipasang, ukurannya kecil, juga
harganya lebih murah dibanding media lain. Kekurangan kabel UTP adalah rentang
terhadap efek interferensi elektris yang berasal dari media atau perangkat-perangkat
di sekelilingnya. Meski begitu, pada prakteknya para administrator jaringan
banyak menggunakan kabel ini sebagai media yang efektif dan cukup diandalkan.
3.3.2 Kabel Fiber Optic
Kabel Fiber
Optic merupakan media networking yang mampu digunanakan untuk
transmisi-transmisi modulasi. Jika dibandingkan media-media lain, Fiber Optic memiliki harga lebih mahal,
tetapi cukup tahan terhadap interferensi elektromagnetis dan mampu beroperasi
dengan kecepatan dan kapasitas data yang tinggi. Kabel Fiber Optic dapat mentransmisikan puluhan juta bit digital perdetik
pada link kabel optic yang beroperasi dalam sebuah jaingan komersial. Ini sudah
cukup untuk mengantarkan ribuan panggilan telepon. Berikut bentuk kabel Fiber Optic pada gambar dibawah:
Gambar 3.8 Kabel Fiber Optic
Ø
Keuntungan
Kabel Fiber Optic:
1.
Kecepatan: jaringan-jaringan Fiber Optic beroperasi pada kecepatan
tinggi, mencapai gigabits per second.
2.
Bandwidth: Fiber Optic
mampu membawa paket-paket dengan kapasitas besar.
3.
Distance: sinyal-sinyal dapat ditransmisikan lebih jauh tanpa
memerlukan perlakuan refresh atau diperkuat.
4.
Resistance: daya tahan kuat terhadap imbas elektromagnetik yang
dihasilkan perangkat-perangkat elektronik seperti radio, motor, atau bahkan
kabel-kabel transmisi lain di sekelilingnya.
5.
Maintenance kabel-kabel Fiber
Optic memakan biaya perawatan relative murah.
3.4 Protokol Jaringan
Protokol adalah suatu aturan yang
mendefinisikan fungsi yang terdapat di dalam sebuah jaringan komputer, seperti
misalnya mengirimkan pesan, mengirimkan data, mengirimkan informasi dan fungsi
lainnya yang harus dipenuhi oleh sisi pengirim dan penerima supaya komunikasi
dapat berlangsung dengan baik dan benar walaupun sistem yang terdapat dalam
jaringan tersebut berbeda. Fungsi dari protokol secara umum yaitu sebagai
penghubung di dalam komunikasi data atau informasi, sehingga proses penukaran
data atau informasi tersebut dapat berjalan dengan baik dan benar. Beberapa
protokol yang penting dan sangatlah berpengaruh pada proses akses data akan
dijelaskan secara garis besar pada halaman berikutnya.
3.4.1 Protokol TCP/IP
Menurut (Sofana, 2012) protokol adalah sekumpulan aturan dalam
komunikasi data. Protokol mengatur bagaimana terjadinya hubungan dan
perpindahan data antara dua atau lebih komputer. TCP/IP atau singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet
Protocol, adalah standar dari komunikasi data yang dipakai oleh komunitas
internet dalam proses tukar-menukar data atau informasi dari satu komputer ke
komputer lainnya di dalam jaringan Internet. Protokol jenis ini tidak dapat
berdiri sendiri, sebab memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga
merupakan jenis protokol yang paling banyak digunakan sekarang ini. Data
tersebut diimplementasikan kedalam bentuk perangkat lunak atau software di
sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada software ini adalah TCP/IP stack.
Layer
pada TCP/IP
1.
Application
Menurut (MT, 1997)
pemakai berinteraksi dengan aplikasi jaringan pada lapisan ini. Berfungsi
menyediakan servis-servis terhadap software-software yang berjalan pada
komputer. Protokol-protokol yang beroperasi pada application layer : HTTP, FTP,
POP3, SMTP, dll.
2.
Transport
Transport Layer berfungsi
menyediakan servis yang akan digunakan oleh application layer. Mempunyai 2
protokol utama yaitu TCP dan UDP.
3.
Internet
Internet layer memiliki fungsi
sebagai penyedia fungsi IP Addressing, routing, dan menentukan path terbaik.
Internet Layer memiliki 1 protokol yaitu TCP/IP.
4.
Network
Access
Berfungsi mendefinisikan
protokol-protokol dan hardware-hardware yang digunakan dalam pengiriman data.
Pada layer ini terdapat protokol-protokol seperti Ethernet pada LAN, PPP pada
WAN, dan juga Frame Relay.
3.4.2 IP Address
IP Address (Internet Protocol Address) dibentuk
oleh deretan angka biner antara 32 bit sampai dengan 128 bit yang digunakan
sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan internet.
Angka 32 bit digunakan untuk alamat IP Address versi IPv4 dan angka 128 bit
digunakan untuk IP Address versi IPv6 untuk menunjukkan alamat dari komputer
pada jaringan internet berbasis TCP/IP. IP Address tersebut memiliki identitas
numerik yang akan dilabelkan kepada suatu device seperti komputer, router atau
printer yang terdapat dalam suatu jaringan komputer yang menggunakan internet
protocol sebagai sarana komunikasi. Pada layer ini IP ini merupakan protokol
yaang bersifat connectionless dan
unreliable. IP ini merupakan inti dari protokol TCP/IP.
Adapun nilai terbesar dari 8 bit adalah 11111111 atau
sama dengan 225. Dengan demikian, jumlah IP addressseluruhnya
adalah 225 x 225 x 225 x 225. Struktur IP address terdiri atas dua bagian yaitu
bagian networkID dan hostID. NetworkID menunjukkan
ID alamat jaringan tempat host-host berada, sedangkan hostID adalah bagian yang
menunjukkan host itu berada. Sederhananya, networkID seperti nama jalan
sedangkan hostID adalah nomor rumah dijalan tersebut.
IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host
yang sangat besar. Range IP 1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat
16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. Pada IP address kelas A,
network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya.
Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah:
·
Network ID = 113.
·
Host ID = 46.5.6.
IP address di atas
berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113.
IP address kelas B biasanya
dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP address kelas
B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya.
panjang host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung
sekitar 65000 host. Range IP 128.0.xxx.xxx – 191.155.xxx.xxx.
IP address
kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah
8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network
dengan masing-masing network memiliki 256 IP address. Range IP 192.0.0.xxx –
223.255.255.x. Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih
network ID dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya
konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan
IP address seefisien mungkin.
IP address kelas D digunakan untuk
keperluan multicasting. 4 bit pertama IP address kelas D selalu
diset pertamanya berkisar antara 224-247, sedangkan
bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group 1110 sehingga byte
yang menggunakan IP address ini. Dalam multicasting tidak dikenal
istilah network ID dan host ID.
3.4.3 UDP (User
Datagram Protocol)
UDP Adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang dapat mendukung
komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa adanya koneksi (connectionless)
antar host-host di dalam suatu jaringan yang menggunakan TCP/IP.
3.4.4 RTP (Real
Time Protocol)
RTP itu
dirancang untuk menyediakan fungsi-fungsi transport jaringan ujung ke ujung
untuk aplikasi yang mengirimkan data secara real time, Seperti misalnya data
audio dan video, melalui layanan jaringan multicast atau layanan unicast. RTP
bekerja tanpa adanya congestion control,
yang mengirim data dengan mengatur agar data bisa terkirim dengan sempurna.
3.4.5 FTP (File Transfer Protocol)
Protocol
jenis ini sering digunakan untuk melakukan upload maupun men- download file,
keamanannya didasarkan kepada username dan juga password, tapi terkadang
anonymous login juga sering diperbolehkan.
3.4.6 HTTP ( Hypertext Tranfer Protocol )
Protokol ini sering dipakai
untuk transfer halaman web, sebelumnya orang banyak yang memakai protokol
Gopher. Akan tetapi Gopher hanya mendukung text saja, sehingga protokol HTTP
seiring waktu berkembang dan digunakan oleh orang banyak.
3.4.7 DHCP ( Dynamic Host Configuration Protocol )
Jika mendapatkan suatu
Cable-connection dengan menggunakan DHCP, maka akan mendapatkan IP yang berasal
dari ISP anda. Jadi, protokol ini berfungsi untuk memberikan Internet Protokol
(IP) secara otomatis. Dan biasa disetting pada router untuk memberikan IP
address menggunakan protokol ini secara otomatis pada client yang banyak pada
sebuah kumpulan jaringan agar mempermudah mengatur alamat jaringan.
3.4.8 DNS ( Domain Name System )
DNS adalah
distribute database system yang
dipakai dalam pencarian nama komputer (name
resolution) di dalam jaringan yang mengunakan TCP/IP. DNS juga dapat digunakan pada aplikasi yang terhubung ke
jeringan Internet, misalnya seperti web
browser ataupun e-mail, yang
dimana DNS dapat membantu memetakan host name dari sebuah komputer ke IP
address.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar